Related Posts with Thumbnails

MENGEJAR PELANGI DI BALIK GELOMBANG 06

December 22, 2009 ·
Rencana awal menuju ke Laut Karibia adalah berlayar melewati Windward Passage iaitu selat antara Cuba dan Haiti. Tampaknya pelayaran melewati selat ini harus dibatalkan . Berlayar melewati selat yang berliku tanpa GPS, kerana GPS yang digunakan tidak berfungsi tiba-tiba selama perjalanan. Ini terlalu bahaya. Prioritasku yang pertama saat ini adalah menemukan kaedah menentukan posisi di laut. Berikutnya mencari jalan je Laut Karibia yang tidak memiliki risiko yang tinggi.Paling tidak aku masih memiliki peta dan kompas yang masih berfungsi dengan baik. Tiba-tiba aku teringat akan buku yang kubeli beberapa tahun yang lepas. Buku itu menerangkan kaedah menentukan posisi di laut tanpa kompas, sextant dan alat-alat navigasi yang lainnya. Memang teknik-teknik ini sangat bergantung pada benda-benda yang ada di ruang angkasa juga faktor cuaca sangat mempengaruhinya.

Sehari setelah GPS berhenti bekerja, kecepatan angin semakin menurun dan akhirnyaberhenti sama sekali,persis seperti kereta kehabisan minyak. Keadaan semakin buruk ketika mesin perahu yang sebelum ini dalamkondidi yang baik, menyusul bergabung dengan GPS dan angin, menjadi tidak berfungsi. Lautan luas tiba-tiba menjadi sunyi. Tiada suara ombakdan angin yang biasa didengari. Permukaan laut kelihatan sangat licin sekali tanpa ada sedikit riak.Walaupun laut tenang, alunan masih dapat dirasakan. Alun laut ini membuat Stray (nama kapal layar yang digunakan-red) tidak tinggal diam. Kali ini gerakannya sangat tidak teratur, tidak seperti sedang berlayar.

Bagi pelaut, terjebak di lautan saat angin tidak berhembus merupakan suatu pengalaman yang penuh dengan frustasi.dalam keadaan terapung apung seperti itu,apa yang dapat ku perbuat? Tidak banyak. Untung saja aku memiliki hobi membaca. Salah satu keuntungan dari situasi ini adalah aku dapat mempraktikkan apa yang kupelajari tanpa banyak gangguan.Sebenarnya di sinilah ‘seninya’ berlayar seorang diri. Kita benar-benar bertanggungjawab atas nasib kita sendiri. Di siang hari, udara sangat panas dan kadangkala membosankan,tetapi di petang hari dan malam hari selalu sangat menyenangkan.Hampir seperti berkhemah di tengah lautan.

Bersambung... 


Dan lepas baca jangan lupa bagi Satu Kali Klik untuk 
Terima Kasih!


5 comments:

Shaifful Hairi b Ramli said...
December 22, 2009 at 6:21 PM  

kesah tentang diri awak ke..? maa ftak sempat membaca dari awal..

bolloqs said...
December 23, 2009 at 10:32 PM  

ak nk kumen ni...

pesal xjmpe cbox kt cni??~ngeeee

SkreMpes! said...
December 23, 2009 at 11:59 PM  

x..ini kisah pelayaran org indonesia, bleh baca dri awal klu kesempatan

SkreMpes! said...
December 23, 2009 at 11:59 PM  

?? ada cbox blah kiri tu.

SkreMpes! said...
December 23, 2009 at 11:59 PM  

?? ada cbox blah kiri tu.

MyFriends

Sharing & Caring

Demokrasi adalah Ateisme yang tidak terbatas. Demokrasi adalah hal yang buruk dan bentuk Ateisme yang tertinggi.

Leave Your Words